Siang yang cukup panas hari itu, seperti biasa, aku yang sudah sangat lama menjadi anak tunggal, tidak terlalu heran kalau aku sangat dimanja oleh ayah, diantar jemput ke sekolah jadi rutinitas ayah, selain mencari uang untuk beli VCD Player baru yang sudah beberapa bulan aku tagih. Walau pada waktu itu, aku sudah memiliki adik yang baru berumur beberapa bulan, tapi tetap saja, rentang waktu yang cukup jauh bagiku untuk memiliki seorang adik, di saat teman-teman lain sudah menjadikan adiknya sebagai teman bermain, karena usia mereka yang tak terpaut jauh.
Sesampainya di rumah, ayah sudah siap dengan ember yang berisi 3/4 bagian air, di halaman rumah. Ayah sepertinya sudah sangat semangat untuk memperlihatkan fenomena alam pada ku, yang selama ini hanya aku pelajari di sekolah saja, gerhana matahari. Ayah tahu, akan buruk bagi penglihatan ku untuk melihat gerhana secara langsung, dan entah ide dari mana, beliau menyiapkan air di ember yang akan jadi media untuk ku melihat bagaimana berlangsungnya gerhana matahari. Sebagai informasi tambahan, ayahku adalah manusia serba bisa, bahkan rumah yang kami tinggali, bukan hasil karya para tukang, melainkan hasil karyanya sendiri.
Momen 9 maret 2016 lalu, menjadi momen dimana aku sangat merindukan ayahku, ayah yang sudah meninggalkan ku dan adik ku. Padahal beliau sudah berjanji akan terus ada, saat ibu ku lebih dulu meninggalkan kami.
Pada pagi itu, aku hanya bisa diam dan termenung di kamar, mengingat kenangan indah bersama ayah, orang tua yang selalu punya caranya sendiri untuk menyenangkan ku tanpa sepengetahuan ku. Orang tua yang mengajarkan banyak hal padaku, sehingga aku cukup berbeda dengan anak-anak lainnya yang sebaya denganku. Didikan ayah menjadikan ku hampir dapat melakukan segalanya, melakukan apapun yang aku mau dengan hampir tanpa bantuan orang lain.
Seperti spesialnya gerhana di mata orang banyak, begitulah ayahku bagiku, karena beliau aku tau segalanya, karena beliau aku bisa segalanya. Karena beliau aku juga tau melihat gerhana tak seribet dan sesuah digambarkan di tv, dengan kacamata gerhana, atau kardus dan lainnya, cukup ember diisi air penuh, dengan sempurna kamu bisa menikmati keajaiban alam ini.